Penampang inversi (a) dan interpretasi (b) ERT memperlihatkan zona rekahan jenuh, basah, dan kering pada batugamping.

Survei ERT Memetakan Rekahan Batugamping Sebelum Konstruksi

Survei ERT pada satu lokasi batugamping rekah memetakan bagian batuan yang jenuh air, yang basah dan pecah, serta yang relatif kering. Interpretasinya diikat ke 17 data log borehole yang dilintasi 11 lintasan ERT. Tidak ada cavity yang terkonfirmasi. Variasi kondisi antar titik bor ternyata berasal dari sistem rekahan dengan material pengisi dan kadar air yang berbeda.

Ini penting karena batugamping rekah sulit dibaca dari permukaan. Satu titik bor menembus batuan pecah dengan lempung di celahnya. Titik berikutnya, tiga puluh meter dari sana, bisa saja bersih. Kalau desain dibuat dari salah satu titik saja, celah pengetahuan itu terbawa sampai tahap pondasi atau penggalian, dan di tahap itu biaya untuk menemukannya jauh lebih besar.

Electrical Resistivity Tomography (ERT) mengisi ruang di antara titik bor. Metode ini menginjeksikan arus listrik ke tanah dan mengukur seberapa besar batuan menahannya. Air dan lempung menghantarkan arus dengan baik, sehingga muncul sebagai resistivitas rendah. Batuan kering dan rapat terbaca tinggi.

 

 

Gambar 1. Penampang inversi (a) dan interpretasi (b) ERT menunjukkan perubahan respons resistivitas pada batugamping rekah. Garis merah adalah posisi borehole.

Apa arti nilai resistivitas pada batugamping ini?

Foto core dan pengamatan singkapan menunjukkan rekahan yang rapat. Celahnya terisi clay, silty clay, soil, gravelly clay, air, atau udara. Masing-masing mengubah respons listrik batuan. Itu sebabnya asumsi tanah seragam di lokasi ini akan keliru.

Interpretasi memakai tiga rentang:

  • Di bawah 150 Ωm: zona rekahan dengan kejenuhan air tinggi
  • 150 sampai 700 Ωm: batuan rekah dalam kondisi basah
  • Di atas 700 Ωm: batuan rekah kering, atau rekahan terisi material klastik yang relatif kering

Ambang batas ini khusus untuk lokasi ini. Angkanya didapat dengan mencocokkan model resistivitas terhadap apa yang benar-benar terangkat dari borehole, dan perlu dikalibrasi ulang di lokasi lain.

Mengapa data ERT harus dikorelasikan dengan borehole?

Resistivitas adalah pengukuran tidak langsung. Nilai rendah bisa berarti air, bisa lempung konduktif, bisa juga hal lain. Tujuh belas log borehole yang dilintasi 11 lintasan ERT memberi titik jangkar untuk memutuskan yang mana.

Hasil inversi 2D menunjukkan sebagian besar tubuh batugamping berada di bawah 700 Ωm. Ini cocok dengan batuan yang terdeformasi kuat dan banyak rekahan, dan sejalan dengan yang terlihat di core.

 

Gambar 2. Penampang inversi 2D memperlihatkan respons zona jenuh, batuan rekah basah, dan batuan rekah kering di sepanjang lintasan.

Apa yang ditunjukkan lintasan ERT05?

ERT05 membentang kira-kira 650 meter dari upstream (barat daya) ke downstream (timur laut) dan melintasi tiga borehole. Tiga kelompok resistivitas teridentifikasi. Kantong jenuh muncul di sekitar jarak 300 dan 450 meter pada kedalaman 25 sampai 50 meter. Batuan rekah basah mengisi sebagian besar penampang. Bidang resistivitas tinggi menandai batugamping rekah yang lebih kering.

Penampang ini juga menjawab satu pertanyaan dari investigasi: cavity tidak terkonfirmasi. Variasi bawah permukaan berasal dari sistem rekahan dan retakan dengan pengisi serta tingkat kejenuhan berbeda. Ini masalah teknik yang berbeda dari rongga terbuka, dan penanganannya juga berbeda.

Bagaimana hasil ini mengubah keputusan proyek berikutnya?

ERT tidak menggantikan pengeboran. Yang dilakukan ERT adalah menunjukkan apakah kondisi di satu titik bor berlanjut ke titik berikutnya atau berhenti di tengah jalan. Dengan itu tim proyek bisa menempatkan pengeboran lanjutan di tempat ketidakpastian benar-benar berada, bukan memperlakukan seluruh lokasi dengan cara yang sama.

Di PT Prihaditama kami membangun interpretasi dari geologinya dulu: pengamatan lapangan dan log borehole, lalu model resistivitas diperiksa terhadap keduanya. Hasil akhirnya adalah penampang yang menjelaskan apa yang secara fisik ada di dalam tanah, bukan sekadar peta warna.

Kalau lokasi proyek Anda berada di batugamping rekah atau kawasan karst, hubungi PT Prihaditama untuk membahas apakah survei ERT cocok dengan rencana penyelidikan tanah Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dapat dideteksi ERT pada batugamping rekah?

ERT mengukur perubahan resistivitas listrik yang berkaitan dengan kerapatan rekahan, kejenuhan air, dan material pengisi yang konduktif. Karena pengukurannya tidak langsung, hasil perlu dicek terhadap data borehole atau geologi. Pada kajian ini, korelasi tersebut membedakan zona jenuh, batuan rekah basah, dan batuan rekah kering.

Apakah ERT dapat memastikan adanya cavity?

Tidak dari nilai resistivitas saja. Anomali bisa dipengaruhi rekahan, air, lempung, atau material lain, sehingga bukti geologi langsung diperlukan untuk memastikan cavity. Pada kajian ini hasilnya mendukung jaringan rekahan, bukan cavity.

Mengapa ERT perlu dikorelasikan dengan borehole?

Borehole memberi informasi langsung tentang litologi dan kondisi rekahan di titik tertentu. ERT memperluas interpretasi di antara titik-titik itu. Menggabungkan keduanya mengurangi risiko salah menafsirkan anomali resistivitas.

Apakah ERT berguna sebelum pekerjaan pondasi atau penggalian?

Berguna ketika variasi bawah permukaan menjadi risiko proyek. Survei ini menunjukkan zona yang perlu diverifikasi dan membantu memusatkan investigasi langsung. Nilainya bergantung pada bagaimana hasilnya dipakai dalam strategi penyelidikan tanah secara keseluruhan.

Bagaimana pendekatan PT Prihaditama dalam pemetaan rekahan?

Kami menggabungkan respons geofisika dengan pengamatan geologi dan data borehole yang tersedia. Tujuannya menjelaskan kondisi fisik di balik anomali, lalu menunjukkan area mana yang paling perlu verifikasi tambahan.

  • Tanggal

    24 August, 2026

  • Penulis

    admin-prihaditama